Kamis, 20 Desember 2012
Jumat, 23 November 2012
Sabtu, 17 November 2012
What is this ?
I was awakened when he disappeared greet the living remember all
I will feel lonely lifeless, When everyone leaves laughing
Seconds was not moving and I realized Remembering day filled with love
When I spend my day with
When I dropped into tears.
Now my own through the day, and I'm gonna find the meaning of life
Disappearing crawl sink move!
All right there in a beautiful place, because I'm sure he'll be happy
Smiling laughing look perfect :)
When I close your eyes looks shadows him
I will feel lonely lifeless, When everyone leaves laughing
Seconds was not moving and I realized Remembering day filled with love
When I spend my day with
When I dropped into tears.
Now my own through the day, and I'm gonna find the meaning of life
Disappearing crawl sink move!
All right there in a beautiful place, because I'm sure he'll be happy
Smiling laughing look perfect :)
When I close your eyes looks shadows him
Sabtu, 26 Mei 2012
Selasa, 24 April 2012
LOMOGRAPHY
Lomography yang bias diartikan lomo fotografi… Para pengguna lomo
menggunakan istilah Lomography menggantikan fotografi yang merujuk
kulturisasi fotografi baru ini.
Lomography merupakan sebuah bagian dari analog fotografi yang masih memakai film sebagai medianya. Lomo sendiri dapat diartikan sebagai leningradskoye optiko mechanichesckoye obyedinenie yaitu penggabungan mekanik otomatis leningrand. Yang dimana leningrand adalah sebuah kota di rusia yang kini berganti nama menjadi st.petersburg. kota itulah tempat berasalnya kamera LOMO.
Para pengguna lomo menggunakan istilah Lomography menggantikan fotografi yang merujuk kulturisasi fotografi baru ini.
Pada awal mula kamera LOMO dibuat oleh peneliti pabrik senjata di RUSIA . ia mendapatkan sebuah kamera cosina cx-1 buatan jepang yang akhirnya ditiru dan dikembangkan oleh mereka untuk diproduksi bagi warga soviet. Tiruan itu dinamakan lomo kompakt automat, yang kita kenal dengan sebutan LOMO LC-A. Dan kamera ini berhasil di ekspor ke Ukraina, Kuba dan beberapa Negara komunis lainnya.
Seiring dengan berkembangnya jaman, dan menurunnya penjualan… dan beberapa pendapat yang menyatakan bahwa kamera lomo tidak sempurna, produksi pun kian menurun.
Sampai pada suatu hari di tahun 1991 ada dua orang mahasiswa asal Vienna , Fiegl dan Stranzinger yang sedang berlibur di kota praha, mereka menggunakan kamera lomo untuk mengabadikan liburan mereka, dengan kamera lomo mereka mengambil gambar dengan posisi yang tidak umum. Seperti shoot from the hips dan mengambil gambar2 lainnya dengan cara yang cukup unik…dan mereka pun terkesima dengan hasilnya yang ternyata sangat menarik dan berbeda dari kamera pada umumnya. Dan lomografi pun berkembang pesat karena promosi gencar yang dilakukan kedua mahasiswa itu. Hal inilah yang memicu gaya baru fotografi eksperimental artistic yang kita kenal sebagai LOMOGRAPHY
Karena terbatasnya jumlah kamera lomo pada saat itu, kedua mahasiswa tersebut mendatangi produsen/pabrik Lomo di st Petersburg dan meyakinkan kepala pabrik dan wakil walikota untuk memproduksi kembali kamera Lomo LC-A dalam jumlah besar.
Dan terbentuklah komunitas lomografi yang didirikan oleh para pecinta lomo yang menciptakan 10 aturan emas Lomography yang diikuti oleh pameran, kongres dunia, instalasi dan pesta serta kolaborasi dengan berbagai macam media.
Sesuai dengan yang dilakukan oleh kedua pelopornya Fiegl dan Stran zinger maka Lomography sekarang berkembang menjadi teknik fotografi yang menjadikan 10 aturan emas tersebut sebagai panduan dalam menggunakan kamera lomo yang berbeda dari fotografi konvensional dan mengabaikan peraturan yang ada. Lomography terlepas dari kaidah fotografi yang sudah ada, karena mereka memiliki istilah sendiri dalam nemggunakan kameranya, yaitu “Don’t think Just shoot” yang dimana para pengguna lomo tidak perlu berpikir dengan hasil dari kamera tersebut.
Lomography lebih menekankan agar kita bebas berekspresi dan mengabaikan kaidah2 mengenai fotografi yang ada, sehingga dapat menghasilkan foto yang unik dan memiliki hasil yang berbeda.
Sumber :
Lomography.com
Lomography merupakan sebuah bagian dari analog fotografi yang masih memakai film sebagai medianya. Lomo sendiri dapat diartikan sebagai leningradskoye optiko mechanichesckoye obyedinenie yaitu penggabungan mekanik otomatis leningrand. Yang dimana leningrand adalah sebuah kota di rusia yang kini berganti nama menjadi st.petersburg. kota itulah tempat berasalnya kamera LOMO.
Para pengguna lomo menggunakan istilah Lomography menggantikan fotografi yang merujuk kulturisasi fotografi baru ini.
Pada awal mula kamera LOMO dibuat oleh peneliti pabrik senjata di RUSIA . ia mendapatkan sebuah kamera cosina cx-1 buatan jepang yang akhirnya ditiru dan dikembangkan oleh mereka untuk diproduksi bagi warga soviet. Tiruan itu dinamakan lomo kompakt automat, yang kita kenal dengan sebutan LOMO LC-A. Dan kamera ini berhasil di ekspor ke Ukraina, Kuba dan beberapa Negara komunis lainnya.
Seiring dengan berkembangnya jaman, dan menurunnya penjualan… dan beberapa pendapat yang menyatakan bahwa kamera lomo tidak sempurna, produksi pun kian menurun.
Sampai pada suatu hari di tahun 1991 ada dua orang mahasiswa asal Vienna , Fiegl dan Stranzinger yang sedang berlibur di kota praha, mereka menggunakan kamera lomo untuk mengabadikan liburan mereka, dengan kamera lomo mereka mengambil gambar dengan posisi yang tidak umum. Seperti shoot from the hips dan mengambil gambar2 lainnya dengan cara yang cukup unik…dan mereka pun terkesima dengan hasilnya yang ternyata sangat menarik dan berbeda dari kamera pada umumnya. Dan lomografi pun berkembang pesat karena promosi gencar yang dilakukan kedua mahasiswa itu. Hal inilah yang memicu gaya baru fotografi eksperimental artistic yang kita kenal sebagai LOMOGRAPHY
Karena terbatasnya jumlah kamera lomo pada saat itu, kedua mahasiswa tersebut mendatangi produsen/pabrik Lomo di st Petersburg dan meyakinkan kepala pabrik dan wakil walikota untuk memproduksi kembali kamera Lomo LC-A dalam jumlah besar.
Dan terbentuklah komunitas lomografi yang didirikan oleh para pecinta lomo yang menciptakan 10 aturan emas Lomography yang diikuti oleh pameran, kongres dunia, instalasi dan pesta serta kolaborasi dengan berbagai macam media.
Sesuai dengan yang dilakukan oleh kedua pelopornya Fiegl dan Stran zinger maka Lomography sekarang berkembang menjadi teknik fotografi yang menjadikan 10 aturan emas tersebut sebagai panduan dalam menggunakan kamera lomo yang berbeda dari fotografi konvensional dan mengabaikan peraturan yang ada. Lomography terlepas dari kaidah fotografi yang sudah ada, karena mereka memiliki istilah sendiri dalam nemggunakan kameranya, yaitu “Don’t think Just shoot” yang dimana para pengguna lomo tidak perlu berpikir dengan hasil dari kamera tersebut.
Lomography lebih menekankan agar kita bebas berekspresi dan mengabaikan kaidah2 mengenai fotografi yang ada, sehingga dapat menghasilkan foto yang unik dan memiliki hasil yang berbeda.
Sumber :
Lomography.com
Sabtu, 03 Maret 2012
schitzo :)
As a result, you can be sure That each part of apparel is made with exceptional quality gained from an accumulation of skills and expertise
source: blog.schitzoapparel.com /
Sabtu, 04 Februari 2012
Kamis, 02 Februari 2012
Senin, 16 Januari 2012
Planking
Sekarang kita akan membahas planking,asal mula Planking berasal dari
Australia yang dikenal dengan nama Lying Down Game atau
berpura-pura mati pada tahun 2006 yang dibuat oleh Gary Clarkson dan
Christian Langdon asal Inggris dengan membuat group Facebook The
lying down game
Pada awal tahun
2011, namanya berubah menjadi “Planking” dan menjadi berita sensasional
di Australia. Planking semakin terkenal setelah pemain Rugby Australia
David “Wolfman” Williams mulai menggunakannya sebagai perayaan setelah
mencetak gol. Sampai saat ini Planking
memiliki lebih dari 472,000 likes (9 Juli 2011) di Facebook.
Dalam melakukan Planking ada beberapa persyaratan umum :
- Wajah harus selalu menghadap kebawah dan tanpa expresi selama melakukan “Plank”
- Kaki harus tetap lurus dan tangan serta jari-jari selalu disamping
- Dilakukan diatas objek yang tidak biasa, unik, kreatif
- Meski dapat dilakukan dimana saja dan tanpa batasan, tapi bila Planking dilakukan di tempat umum / publik nilainya jauh lebih baik
- Bila planking dilakukan di tempat berbahaya nilainya juga lebih baik
sumber :
http://www.infoteknologi.com
PETERSAYSDENIM
Sewaktu masih duduk di bangku SMA, Peter Firmansyah, pria kelahiran Sumedang 4 Februari 1984, terbiasa mengubek-ubek tumpukan baju di pedagang kaki lima. Kini, ia adalah pemilik usaha yang memproduksi busana yang sudah diekspor ke beberapa negara.
Tak butuh waktu relatif lama. Semua itu mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini, jins, kaus, dan topi yang menggunakan merek Petersaysdenim, bahkan, dikenakan para personel kelompok musik di luar negeri.
Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice & Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman sudah mengenal produksi Peter. Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim.
Pada situs-situs internet kelompok musik itu, label Petersaysdenim juga tercantum sebagai sponsor. Petersaysdenim pun bersanding dengan merek-merek kelas dunia yang menjadi sponsor, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth.
Peter memasang harga jins mulai Rp 385.000, topi mulai Rp 200.000, tas mulai Rp 235.000, dan kaus mulai Rp 200.000. Hasrat Peter terhadap busana bermutu tumbuh saat ia masih SMA. Peter yang lalu menjadi pegawai toko pada tahun 2003 kenal dengan banyak konsumennya dari kalangan berada dan sering kumpul-kumpul. Ia kerap melihat teman-temannya mengenakan busana mahal.
”Saya hanya bisa menahan keinginan punya baju bagus. Mereka juga sering ke kelab, mabuk, dan ngebut pakai mobil, tapi saya tidak ikutan. Lagi pula, duit dari mana,” ujarnya.
Peter melihat, mereka tampak bangga, bahkan sombong dengan baju, celana, dan sepatu yang mereka dipakai. Harga celana jins saja, misalnya, bisa Rp 3 juta. ”Perasaan bangga seperti itulah yang ingin saya munculkan kalau konsumen mengenakan busana produk saya,” ujarnya.
Peter kecil akrab dengan kemiskinan. Sewaktu masih kanak-kanak, perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan. Peter pun mengalami masa suram. Orangtuanya harus berutang untuk membeli makanan.
Pernah mereka tak mampu membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya. ”Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung,” kata Peter.
Sewaktu masih SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, yang oleh warga Bandung di pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung. Di kawasan itu dia berupaya mendapatkan produk bermerek, tetapi murah. Cimol saat ini sudah tidak ada lagi. Dulu terkenal sebagai tempat menjajakan busana yang dijual dalam tumpukan.
Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung. Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta. Uang itu pemberian kakeknya sebelum wafat. Tetapi, tak sampai sebulan Peter memutuskan keluar karena kekurangan biaya. Ia berselisih dengan orangtuanya—perselisihan yang sempat disesali Peter—karena sudah menghabiskan biaya besar.
Ia benar-benar memulai usahanya dari nol. Pendapatan selama menjadi pegawai toko disisihkan untuk mengumpulkan modal. Di sela-sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membuat busana. Dalam sebulan, Peter rata-rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per potong.
”Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he…,” kata Peter. Penghasilan sampingan itu ia dapatkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005.
Pengalaman pahit juga pernah dialami Peter. Pada tahun 2008, misalnya, ia pernah ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur. Pada 2007, Peter juga mengerjakan pesanan jins senilai Rp 30 juta, tetapi pemesan menolak membayar dengan alasan jins itu tak sesuai keinginannya.
”Akhirnya saya terpaksa nombok. Jins dijual murah daripada tidak jadi apa-apa. Tetapi, saya berusaha untuk tidak patah semangat,” ujarnya.
Belajar menjahit, memotong, dan membuat desain juga dilakukan sendiri. Sewaktu masih sekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru.
”Saya banyak belajar sejak lima tahun lalu saat sering keliling ke toko, pabrik, atau penjahit,” katanya. Ia juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri. Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen-agen pengiriman paket.
Sejak 2007, Peter sudah sanggup membiayai pendidikan tiga adiknya. Seorang di antaranya sudah lulus dari perguruan tinggi dan bekerja. Peter bertekad mendorong dua adiknya yang lain untuk menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana. Ia, bahkan, bisa membelikan mobil untuk orangtuanya dan merenovasi rumah mereka di Jalan Padasuka, Bandung.
”Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua,” katanya. Jika dananya sudah mencukupi, ia ingin orangtuanya juga bisa menunaikan ibadah haji.
Meski kuliahnya tak rampung, Peter kini sering mengisi seminar-seminar di kampus. Ia ingin memberikan semangat kepada mereka yang berniat membuka usaha. ”Mau anak kuli, buruh, atau petani, kalau punya keinginan dan bekerja keras, pasti ada jalan seperti saya menjalankan usaha ini,” ujarnya.
Merek Petersaysdenim berasal dari Peter Says Sorry, nama kelompok musik. Posisi Peter dalam kelompok musik itu sebagai vokalis. ”Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim,” ujarnya tertawa.
Peter memanfaatkan fungsi jejaring sosial di internet, seperti Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk promosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim. ”Juli nanti saya rencana mau ke Kanada untuk bisnis. Teman-teman musisi di sana mau ketemu,” katanya.
Akan tetapi, ajakan bertemu itu baru dipenuhi jika urusan bisnis selesai. Ajakan itu juga bukan main-main karena Peter diperbolehkan ikut berkeliling tur dengan bus khusus mereka. Personel kelompok musik lainnya menuturkan, jika sempat berkunjung ke Indonesia ia sangat ingin bertemu Peter. Ia melebarkan sayap bisnis untuk memperlihatkan eksistensi Petersaysdenim terhadap konsumen asing.
”Pokoknya, saya mau ’menjajah’ negara-negara lain. Saya ingin tunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Bandung, punya produk berkualitas,” ujarnya.
Sumber: Kompas
Sabtu, 07 Januari 2012
"Natal"
nihh, munpun suasanya masih natal saya akan nulis sejarah natal , langsung aja yah
checks it out :D
1.pohon natal pertama kali dipakai pada tahun 1419 dan dihiasi dengan apel dan bingkai-bingkai kecin dan lucu
2.pada abad ke-18 setiap hari pada bulan desember sebuah lilin dinyalakan sebagai persiapan untuk menerima kristus sebagai terang dunia :)
3.kartu natal pertama dikirim oleh seorang ingris yang namanya Sir Henry Cole pada tahun 1843
4.St.Claus baru muncul sebagai pemberi hadiah Natal kira-kira pada abad ke-17
checks it out :D
1.pohon natal pertama kali dipakai pada tahun 1419 dan dihiasi dengan apel dan bingkai-bingkai kecin dan lucu
2.pada abad ke-18 setiap hari pada bulan desember sebuah lilin dinyalakan sebagai persiapan untuk menerima kristus sebagai terang dunia :)
3.kartu natal pertama dikirim oleh seorang ingris yang namanya Sir Henry Cole pada tahun 1843
4.St.Claus baru muncul sebagai pemberi hadiah Natal kira-kira pada abad ke-17
Selasa, 03 Januari 2012
Shuffle Dance
shuffle dance mungkin kalian pernah melihat atau pernah melakukan tarian ini,shuffle dance berasal dari daerah australia tepatnya di Melbourne Underground , tarian ini hanya mengandalkan kaki sebagai tumpuannya. Sekitar Tahun 80'an tarian ini ngetop di australia dan kini remaja indonesia marak melakukan tarian ini.
Mau belajar ngeshuffle ini dia videonya
biasanya sih lagunya ini dj mujava-mugwanti atau tidak LMFAO-party rock anthem
Mau belajar ngeshuffle ini dia videonya
biasanya sih lagunya ini dj mujava-mugwanti atau tidak LMFAO-party rock anthem
Minggu, 01 Januari 2012
Happy New Year :)
Terjemahkan dari: Bahasa Indonesia
Ketikkan teks atau
alamat situs web atau terjemahkan
dokumen.
Terjemahan Bahasa Indonesia ke Inggris
Langganan:
Komentar (Atom)





























